Sunday, April 27, 2014

"Kamu Ganteng!"

Hahahalooo~

Beberapa hari lalu pengen nulis ini di blog, tapi tidak memungkinkan untuk ditulis di tumblr, jadi yah melipir ke sini. Semacam kalau ditulis di diary cerita ini ga penting, tapi kalau ga ditulis sama sekali ngerasa sayang. Haha.

Jadi begini, hari Rabu tiba-tiba ada teman secara blak-blakan cerita,
"Waktu naik gunung kemarin, aku jatuh cinta sama lima orang. Pertama Tri, karena dia minjemin aku sandal gunungnya. Kedua Iqbal, karena dia minjemin aku jas hujannya. Ketiga dan keempat Fariz dan Mocha, karena mereka yang dorong aku dari belakang karena aku keberatan badan dan susah naik ke tanjakan. Kelima Afghan, karena dia nawarin tangannya buat narik aku waktu aku kecapekan jalan. Bayangin deh, Afghan yang biasanya cool banget gitu nawarin tangannya, siapa yang nggak meleleh?"

Sebenarnya, empat orang di awal adalah pembukaan sebelum dia lebih banyak bercerita tentang orang nomor lima. Teman-teman komentar begini,
"Biasanya yah, orang lain yang sebar gosip tentang orang lain, eh ini dia sendiri yang sebar gosip tentang dirinya." Kemudian kami tertawa dan dia melanjutkan bercerita pada saya yang lebih kuper dibandingkan teman-teman lain yang sudah mendengarnya.

"Aku seneng banget deh lihat Afghan tuh. Ganteng banget kan ya...
Oh iya, aku pernah loh ngomong ke dia kalau dia ganteng."

"Eh? Sebentar, bukannya kamu pernah sebel dan marah-marah ke dia karena sering hilang dan ga masuk waktu lagi presentasi tugas kelompok, ya? Kok bisa kamu malah ngaku-ngaku jatuh cinta?"

"Iya sih. Tapi tetep aja kan, dia itu ganteng banget."

"Eh? Terus dia gimana?"

"Jadi ceritanya gini, waktu itu kan kami lagi ngebahas tugas kelompok, nah setelah Rosa pulang duluan karena lagi nggak enak badan, tinggal aku sama Afghan. Dia itu masih nggak ngerti sama pembagian tugas yang dijelasin Rosa, makanya dia tanya ke aku. Setelah aku jelasin dan dia akhirnya ngaku mulai paham, tiba-tiba aku nyeletuk, Ghan, aku seneng deh lihat kamu, kamu itu ganteng bannget!"

"What?! Terus gimana reaksi dia?"

"Ya dia senyum-senyum aja. Dia ngomong (duh, saya lupa), terus aku bales, bukan gitu, tapi kamu itu ganteng banget... blablabla... Terkadang susah juga sih punya mulut ga bisa ngontrol, apa-apa yang harusnya cuma dalam hati tetep aja keluar... blablabla..."

Oke, saya ga peduli lagi kata-kata selanjutnya. Lebih tepatnya, saya sudah kehilangan fokus untuk mendengarkan sampai mampu merekam detail kata-katanya karena mencoba melakukan reka ulang dan membayangkan reaksi Afghan atas ungkapan itu. Awalnya saya berpikir, kok bisa ya ngomong ke cowok secara blak-blakan kalau dia ganteng?

Kemudian saya meralat pikiran tersebut karena hari sebelumnya (Selasa) saya melakukan hal yang sama, meski berbeda versi. Jadi begini, waktu itu ada diskusi kecil dengan beberapa orang yang sudah saya kenal, tiba-tiba di akhir acara saya diminta untuk memperkenalkan diri, padahal dari 10 orang yang hadir, mungkin cuma 2 atau 3 orang yang belum kenal saya. Nah, setelah saya memperkenalkan diri saya ditanya, siapa yang sekiranya belum kenal, saya tunjuklah dua orang, dan satu orang lagi dengan kata-kata, "Kalau mas yang ini, aku merasa pernah ketemu, tapi lupa di mana. Iya nggak sih?" Kemudian teman-teman tertawa.

"Pernah ketemu di Jakarta?" seorang teman bertanya sambil tertawa.

Saya dengan polosnya masih tidak paham sindiran itu sampai seorang teman yang lain berbaik hati menjelaskan. "Ya Allah, dia itu yang dulu gondrong, si Ketua kami."

"Heeeee? Arman???" saya membelalak tidak percaya.

"Iya..." dia mengangguk dan tersenyum sedikit keki (mungkin).

"Beneran Arman??? Kok sekarang ganteng?"

Dan semua teman tertawa. Baiklah, saya kelepasan. Maksudnya ganteng adalah dia tampak jauh lebih rapi dan enak dilihat dibandingkan sebelumnya yang tampak, hmmm, oke, saya tidak bermaksud mendiskreditkan orang-orang berambut gondrong, hanya saja memang mata saya tidak cocok dengan laki-laki berambut gondrong. Hehe.

Oya, kembali pada Afghan.

Kasus Afghan dibilang ganteng sangat berbeda dengan kasus saya mengatakan ganteng ke Arman. For your information, Afghan adalah seorang yang sangat cool kalau nggak bisa dibilang sangat cuek. Tapi sungguh, mungkin tidak ada seorang pun yang berani membantah kalau dia memang benar-benar ganteng, dan sifat cuek dia menambah aura 'laki-laki cool' pada umumnya, sehingga bisa (sangat) dimaafkan kalau dia bersikap seenaknya. Hahaha.

Bahkan saya secara jujur mengakui sering senang melihat senyum lebar nan ramah dia, yang itu jarang sekali tampak. Yah, bisa dibayangkan lah ya bagaimana laki-laki seperti itu. Tapi Ya Allah, seganteng apa pun dia, karena orangnya seperti itu, saya tidak mungkin akan mengatakan dia ganteng di depan muka dia secara serius seperti yang dilakukan teman saya.

Sejujurnya lagi, saya cukup salut dengan teman saya. Minimal, pasti dia sudah mampu membuat Afghan tersenyum-senyum sesorean itu. Dan pasti dia makin terlihat ganteng dengan senyum jenakanya (yang sulit sekali ditemui). Hahaha.

Ah, sudahlah~

Bye, mas Ganteng :))

Sunday, February 16, 2014

Liburan (?)

Sudah 2014! Hahaha. Maafkan saya, Baby…

Bagaimanapun, blog ini memang jadi prioritas kesekian kalau lagi pengen curhat ga jelas aja tentang kehidupan. Hehe. Haduh, besok liburan terakhir. Itu pun bonus karena dampak erupsi Gunung Kelud yang bikin Jogja dan sekitarnya selimutan abu cukup tebal. Hmmm… Liburan udah jalan 3 minggu aja ternyata. Rasanya cepat banget. Antara masih pengen liburan dan pengen sibuk-sibuk lagi. Kontras banget sih kehidupanku di Jogja dan di rumah.

Di rumah, aku bisa stay berhari-hari full 24 jam tanpa keluar rumah sama sekali dan tanpa terkena matahari sedikitpun! Beda banget sama di Jogja yang bikin aku pergi pagi dan pulang selalu malam nyaris setiap hari. Hahaha. Sama-sama menyenangkan sekaligus sama-sama membosankan sih sekali waktu. Yah, namanya juga manusia, kan?

3 minggu liburan ini buat apa aja?

Hmmm…

Minggu pertama liburan, aku langsung cus Bandung! Aaak~ seneng banget! Di Bandung ketemu sahabat SMA yang juga temen deket waktu SMP dan diajakin dia tour kecil tentang kesibukan kuliahnya yang bikin dia jaraaaang banget pulang Solo. Ketemu juga sama kakak kelas SMA yang entah kenapa aku selalu seneng dengerin dia curhat dan gampang banget bikin aku ngambek. Terus, main seharian juga sama temen baru di Tumblr waktu meet-up di Jogja beberapa waktu lalu. Yah, ga bakal cerita detail tentang perjalanan sih, soalnya tulisan itu selayaknya masuk di blog Perjalanan Rasa yang baru ada dua posting doang. Haha. Aduh, pengen cerita semuanya, tapi ga mood sampai akhirnya aku beralasan ga sempat. Padahal ya ga mood aja sebenarnya. Waktu mah bisa diatur, seharusnya.

Dua minggu selanjutnya? Hmmm… Cuma di rumah, nonton film serial. Hahaha. Berasa sia-sia gitu, ya? Tapi aku bahagia, sih :D

Oh ya, dalam 2 minggu itu juga, ada 5 pertemuan yang sangaaaaat menyenangkan! Aku bilangnya sih Reuni Mini. Jadi, apa maksudnya?

Reuni Mini adalah waktu yang sengaja aku sempatkan buat ketemu orang-orang yang jarang banget bisa kutemui buat nongkrong dan ngobrol panjang lebar. Rasanya, kaya lama banget aku ga ngerasain kelegaan pertemuan. Yah, gimana pun, main itu bukan hobi buat aku, tapi kebutuhan refreshing aja. Jadi, proporsi main dan serius dalam hidupku jauh beda perbandingannya.

5 kali itu. Dua kali pertemuan berdua dengan sahabat SMA yang juga satu fakultas, tapi jarang banget bisa ngabisin waktu bareng berdua cuma buat cerita dan sebagainya. Satu pertemuan dengan sahabat sebangku selama dua tahun di SMA yang juga temen satu fakultas juga (dan lagi-lagi ini jauh lebih langka kami bisa barengan berdua) dan temen deket di SMA satu lagi. Satu pertemuan yang selanjutnya cukup random karena aku ngumpulin kakak kelas SD, kakak kelas SMP, dan temen kenalan waktu SMA barengan. Yah, mereka saling kenal karena satu alumni SMA sih. Hehe. Mereka cowok-cowok lulusan pondok. Terus yang terakhir baru juga tadi pagi, secara 'berani-ga-berani' aku minta ketemu sama kakak kelas (jauh) di SMA yang juga satu almamater universitas. Secara umum sebenarnya kami ga saling kenal, cuma yah beberapa kali ngobrolan via chatting FB aja.

Dan, ya Allah, kalau boleh bilang, walaupun singkat dan cuma 5 hari dalam 2 minggu liburan di Solo; AKU BAHAGIA BANGET KETEMU MEREKA!

Tahu kenapa?
Karena pertemuan itu ada cuma buat minum dan duduk-duduk sambil diskusi banyak hal yang aku belum bisa nemuin temen-temen macam mereka di kampus. Maksudnya, aku belum menemukan teman baru yang secara terbuka bisa kuajak diskusi panjang lebar. Masalahnya ada di aku sih, aku aja yang emang introvert dan pada dasarnya kurang bisa blak-blakan sama orang baru. Ah, mereka sahabat-sahabat lama yang jarang sekali bisa kutemui, tapi sekali ketemu bener-bener bikin nagih! Pengen banget ketemu lagi.

Semoga sih, mereka ga kapok buat ketemu sama aku (lagi dan lagi). Hehe.

Yay, selamat (segera) kembali pada rutinitas ;)

Friday, July 26, 2013

Dia, Manusia Asli kan?

Malem ini lagi iseng banget. Gatau deh. Awalnya sih pengen nulis serius gitu tentang 'Kebodohan Manusia dan Logika" tapi tiba-tiba blank dan malah curhat panjang lebar ga jelas "Tentang Mereka".

Iseng.
Tiba-tiba keinget pertanyaan Ummi beberapa hari lalu,
"Mas Dani (bukan nama sebenarnya, sumpah!) itu orangnya kayak gimana sih?"
dan, aku cuma bisa geleng-geleng kepala.
"Maksudnya, perawakannya kayak apa? Wajahnya gimana?"
dan, makin geleng-geleng kepala aja.
"Loh, kamu belom pernah ketemu sama dia?"
"Hehe. Belom. Kan cuma chat FB aja selama ini. Lagian dia ga di Indonesia."
"Bener-bener belom pernah ketemu? Lihat orangnya kayak apa?"
"Belom lah. Paling cuma foto di FB aja. Kata mas sih kurus banget sejak dulu."
"Oh iya, dia temen SMP mas ya."
"Iya..."

Tiba-tiba penasaran. Aku emang udah kenal dia sejak kapan sih?
Buka-buka lagi chat FB sama dia. Cari tahu, sebenernya siapa yang mulai ngajakin chat, sampai aku ketagihan. Tapi, enggak baca ulang sih. 6000an lebih men! Mana kuat (waktunya)?

Ternyata, yang mulai aku. 6 Desember 2010.
Besok paginya udah ga ada balesan lagi. Waktu itu juga aku iseng banget SKSD. Hahaha. Malu-maluin. Dia bahasanya juga masih agak alay gimana gitu...
201.gif

Lanjut 28 Agustus 2011, tiba-tiba dia nyapa. Lagi di Indonesia.
Cuma siang itu aja sebelum dia mudik, dan buru-buru.
Absurd. Lupa banget deh kenapa tiba-tiba dia nyapa padahal awalnya jelas kelihatan dia ga suka banget sama aku yang sempat naksir kakaknya dan super lebay nulis puisi-puisi cinta ga jelas. Sumpah ini AIB banget! Pengen lupa! Pengen tenggelam! Untung sekarang udah nggak pernah ketemu itu kakak lagi.
64.gif

Mana chat-nya itu bisa biasa gitu. Kayak ga ada apa-apa. Walau masih sok sopan pakai manggil "Mbak" dan tanya-tanya basa-basi. Eh, tapi bahkan kalau ga buka chat lama, aku kayaknya lupa kalau selama kenal dia sebenernya dia pernah pulang. Yaaa... Dulu kan ga kenal deket, jadi peduli amat sih ya mau dia ada di Indo atau enggak -_-

Nggak ada apa-apa lagi sampai, 28 Juni 2012.
Waktu itu ada temen kuliah nge-tag sayembara lomba yang (kok bisa ya?) diadakan Ikatan Mahasiswa di Negara (dan Kota) dia tinggal. Iseng ikut, pengen pakai latar belakang negara itu. Yah, namanya juga lomba, cari yang unik dan biar bisa dilirik juri kan ya... Karena gatau banget kayak apa Negara itu, gimana suasananya, dan aku terinspirasi 'curhatan' ibunya tentang dia di Negara itu, aku karanglah cerita tentang dia dan dipoles tanya-tanya temenku yang lain (yang juga ada di sana) tentang suasana di sana. Eh, dia gamau kasih tau dan nyuruh aku tanya sama 'dia'. Yasudah, akhirnya minta tolong dan 'dia' mau banget bela-belain curi-curi waktu disela kuliah buat chat. Abisnya, itu deadline lomba juga udah mepet banget sih, jadi maksa banget buat chat secepatnya.

Sejak itu, kayaknya jadi mulai cair. Setelah dia baca ceritaku tentang dia yang aku karang sendiri dan ternyata dia bilang 'kok persis banget sama keadaanku sih?'.
Tapi waktu itu, masih jarang-jarang juga nyapanya. Setelah aku ke Malaysia dia nyapa. Dan utamanya, setelah dia 'kepo' blog-ku yang lain, jadi seringlah dia nyapa dan kami jadi suka ngobrolan. Ternyata, sejak awal memang dia tertarik dengan tulisan, makanya sampai sekarang dia juga masih suka baca-baca tulisanku (di manapun). Berharapnya sih, dia ga bakal nyasar ke sini aja. Maluuuu! Bisa dibabat dan dicincang abis aku kalau dia sampai tahu dan sadar digosipin di sini.

Abis, sebenernya aku penasaran banget sih sama dia (secara fisik). Gara-gara pertanyaan Ummi itu kan. Awalnya sih biasa aja. Banyak emang temen asli (maksudnya temennya temen, dll) yang ga pernah ketemu tapi udah kayak temen akrab gitu. Cuma ya ga pernah aja penasaran pengen ketemu, kecuali ini, karena pertanyaan Ummi dan sikap super aneh dia akhir-akhir ini. Ampun mak, saya ga mau keGRan atau apa pun. Saya juga ga mau jatuh cinta sama dia kalau dia ga jatuh cinta sama saya duluan! Hahaha. Ga ada hubungannya sih. Ini cuma prinsip aneh saya sejak males patah hati ga jelas.

5.gif

Setelah kenal dia dan makin (rasanya) akrab, baru sekali loh aku mimpi dia. Itu pun tampangnya doang yang bener. Badannya kenapa jadi gendut banget (padahal kata mas, dia ga bisa gendut). Terus yang paling aneh, kenapa dia ngerokok? Terus, keanehan yang lain, dia pake sok noyor (sayang) gitu ke aku. Hahaha. Absurd abis mimpinya. Mungkin waktu itu aku mimpi aneh tentang dia karena mangkel dia tiba-tiba ngejauh tanpa alasan. Sekarang sih, udah baikan lagi. Walau ya tetep beda sih. Dia unfriend aku dan aku ga berani (sampai akhirnya ga dibolehin juga) kirim friend  request ke dia. Dia juga ga jelasin alesan tiba-tiba nge-unfriend. Ah, kangen deh sebenernya chat bercandaan ga jelas gitu sama dia. Gatau ya, tapi banyak banget cerita dia yang bisa jadi inspirasi tulisan. Itu yang aku paling suka dari ngobrolan sama dia. Huft. Udahan ah. Cukup curhat tentang dia.

Selamat sahur semuanya~



Thursday, July 25, 2013

Semoga, Selalu Menulis Lagi

Halo, selamat datang lagi, diri saya sendiri!

Sudah 2013 ternyata. 1 tahun lebih meninggalkan blog ini karena keasyikan dengan blog baru yang lebih atraktif. Soalnya, kok kebanyakan di sini sekarang cuma jualan-jualan ga jelas gitu ya? Heu~
Padahal dulu, blogging sesama blogger yang menggunakan blogspot itu semacam surga sekali. Banyak info, cerita, pengalaman, yang bisa diikuti. Sekarang, tiap ngenet pasti jadi kebiasaan cuma buka FB, twitter, dan dashboard tumblr, dan emang cuma mantengin home doang gitu, ga eksplor apa-apa -_-

Sebenernya, ga cuma karena itu juga sih. Ada satu hal yang jadi alasan mendasar, yaitu...

Ada seorang temen komunitas yang pernah nyasar baca blog 'pribadi' ini. Sampai situ belom masalah. Tapi setiap ketemu, dia selalu ngejekin dan nyindir-nyindir tentang isi blog ini. Kan MALUUUU~
 girl18.gif

Sekarang sih, semacam ga peduli deh. Memang paling suka curhat lewat blog satu ini. Seru aja. Dan, sudah males banget nulis diary. Bukan karena ga ada cerita setiap hari yang seru buat diceritain, tapi lebih karena ga terbiasa lagi nulis tangan dan efeknya jadi jelek banget tulisannya. Gampang pegel pula. Beuh~

Oke, selamat membaca~
*jika masih ada*
Selamat mengikuti kehidupan saya yang lebih random di sini~
*sok ngartis*
*kemudian ditimpuk sendal*

Ciao!

Saturday, July 28, 2012

emoticon :3

http://www.smileycodes.info Oke, kalian boleh men-cap saya NDESO, tapi baru kali ini, saya berhasil menggunakan emoticon dalam postingan blog, setelah nyaris 4 tahun mempunyai 2 blog. ahahahah!

duh, seneng banget ini. lebay sih. tapi gimana ya, udah sejak bertahun lalu nyoba dan ga pernah berhasil.

malem ini, dengan bantuan kakak, akhirnya BISA!

udah, gitu aja. http://www.smileycodes.info

Friday, June 15, 2012

Kebutuhan Dasar Manusia

Kalo kata Maslow, manusia itu secara umum memiliki lima kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi secara berhirarki. Kebutuhan fisik - kebutuhan rasa aman - kebutuhan dicintai - kebutuhan harga diri - kebutuhan aktualisasi diri.

Nah, yang pengen aku curhatin kali ini adalah hirarki ketiga.
Kebutuhan ini mencakup kebutuhan mencintai, sekaligus dicintai. Selain itu juga kebutuhan berafiliasi. Kebutuhan berkomunikasi.

Memang ada kalanya aku butuh sendiri. Butuh segala sesuatunya berjalan sunyi dan memang tidak ada seorang pun yang akan berkomentar atau melarangku untuk ini dan itu. Tapi, sering kali aku butuh diingatkan. Sebenarnya bukan sesuatu yang sulit untukku bersosialisasi. Hanya saja, aku terbiasa melakukannya tanpa tendensi. Memang mutlak ingin melayani mereka yang membutuhkan sekedar telinga yang lebar untuk mendengar dengan khidmat, atau perhatian penuh ketika merasa sendirian dan kesepian.

Dan, ketika aku yang membutuhkan semua itu. Aku terlalu tidak berani untuk memulai.

Malu? Bukan.
Gengsi? Mungkin.
Lebih tepatnya, aku takut. Sangat takut kecewa.

Bagaimana tidak? Berulang kali. Sejak SD, SMP, SMA, sampai kuliah ini pun, mulai dari ibu, ayah, kakak, sahabat-sahabat, bahkan sampai orang yang ga kukenal dekat pun pernah kucoba untuk 'meminta perhatian dan didengarkan sejenak'. Kenyataannya, nihil.

Tidak pernah ada yang memberi sebagaimana aku berusaha total memberi. Tidak pernah ada seseorang yang mampu melegakanku berkali-kali bahwa aku cukup didengar dengan sepenuh hati. Setidaknya, seperti itulah penangkapanku. Kata Dewi Lestari juga, di bukunya Partikel, kita akan tahu apakah kita didengarkan dengan sungguh-sungguh atau tidak dari seberapa kelegaan kita ketika selesai bercerita. Dan, ya, aku mampu membedakan perlakuan kesungguhan mereka dari kelegaan yang aku rasakan.

Benar-benar, kadang aku hanya merasa sangat-sangat kesepian. Pada awalnya, aku bukan seseorang yang 'dibentuk' untuk menjadi seseorang yang individualistis dan berani ke mana-mana sendirian. Aku seorang putri tunggal yang dimanja dan sangat dijaga oleh orang tua, juga kakak-adik yang semuanya laki-laki. Bahkan seringkali rasanya takjub sendiri melihat keadaanku sekarang. Di kota rantau yang memang tidak jauh dari rumah, tapi dengan keadaan yang sangat kontras.

Di sini, mau ga mau aku harus melakukan apa-apa sendirian. Melengkapi kebutuhan sendiri. Kalo ga bisa, ya rugi sendirian juga. Ga ada seorang pun yang akan cukup peduli. Ah, kehidupan sendirian itu sering melelahkan, bagiku yang tidak pernah dibiasakan.

Wednesday, May 23, 2012

Parfum

Masih heran aja sih, kenapa ada aja cowok yang ga hobi pakai parfum??
Okelah kalau emang badannya ga bau -contohnya kakakku-.
Tapi... Kalau udah males ganti baju, badannya bau ga oke, dan males pakai parfum... Ergh, rasanya pengen ngomong di mukanya "Please deh, Mas! Kamu itu cowok! Pakai parfum apa salahnya sih???"

Bukannya malahan sunnah ya pakai parfum buat cowok tuh? Kalau buat cewek mah, emang ga boleh berlebihan sampai menguar ke mana-mana dan lama banget udah lewat tapi masih kecium aja. Tapi kalau cowok??? Aduuuh, tolong dooooong >.<

Bagiku, teteup nilai plus buat cowok yang ga cakep-cakep amat tapi wangi dan bersih, daripada cowok cakep tapi ga sadar kalau dirinya berbau ga sedap.

Aaaah, pokoknya lagi sebel banget lah ini. Masa iya, barusan ketemu cowok (menurutku) cakep tapi baunya enggak banget? Duh, turun drastis lah performanya T_T

Tuesday, May 22, 2012

Rasanya...

Rasanya... menyakitkan.

Aku menyayanginya tanpa syarat. Tanpa pernah peduli sekalipun banyak orang mencemooh dan melarangku terlalu dekat dengannya. Tanpa pernah mempertanyakan seluruh 'keadaan' yang memang selalu tampak ganjil dengannya. Tanpa pernah benar-benar memikirkan betapa kami terlihat sangat kontras jika jalan berdua. Tanpa pernah lelah tertawa meski terkadang ada beberapa hal yang aku tak mengerti. Tanpa pernah sekalipun protes dengan kelakuan atau peraturannya.

Senantiasa aku doakan yang terbaik untuknya. Selalu kudengarkan apa pun cerita hidupnya.

Ah, ternyata persahabatan ini tak sesempurna itu juga.

Jujur, kali ini aku benar-benar merasa sakit hati. Meski bukan cuma sekali.

Biarlah. Memang tidak semua orang mengerti dan mampu melihat apa yang ada di dalam hati. Mereka hanya mampu menilai apa yang tampak.

Haha. Mereka hanya tidak tahu bagaimana perjuanganku mengusahakan apa yang kuinginkan. Mungkin, di sisi lain aku lebih beruntung dalam hal finansial. Tapi tidak juga berlebihan seperti yang semua orang kira. Aku berusaha menabung sedikit demi sedikit dan mengorbankan kebutuhan pokokku sesekali. Mereka hanya tidak tahu. Apa yang mereka lihat adalah seluruh yang melekat padaku, dengan prasangka semua pemberian total dari orang tua. Mereka hanya tidak tahu, bagaimana perjuangan yang harus dibayar untuk keinginan-keinginan mahal itu.

HP. iPod. Keyboard.
sama. sepertinya yang menabung sedikit demi sedikit.
berusaha meminimalisir jajan atau uang makan.
masalahnya, ia tidak tahu. aku tidak pernah bercerita.
aku memang (terlalu) berbeda dengannya yang banyak bicara.

ah, sudahlah.
hapus rasa sakit hati ini. maafkanlah...

Tuesday, May 8, 2012

Prestasi VS Presensi

Saya masih tidak percaya, seorang prestatif haruslah seorang yang presensi kuliahnya harus 100%. Sebagaimana saya (sebenarnya) tidak percaya pula, bahwa seorang pengusaha hebat harus tidak pandai dalam urusan akademik. Bukankah dunia ini memang rancu? Dan orang-orang yang menginginkan keseragaman menciptakan aturan agar tercipta keteraturan. Pembunuhan karakter!

Bagaimana mungkin generalisasi membutakan kita pada fakta adanya individual differences?

Terserah sih, jika ada yang mengatakan tulisan ini hanya sebagai alasan pembenaran saya atas kemalasan saya. Tapi, bukankah mereka tidak tahu faktanya? Untunglah, lingkungan saya bukan tipikal yang mewajibkan saya harus taat aturan yang tidak jelas apa dasarnya itu. Yah, kemungkinan besar, kepribadian saya ini juga terpengaruh karena lingkungan yang unik itu sih.

Apakah kalian pernah merasakan `bolos dengan izin`?
Hahaha. Ya, jaman saya sekolah dulu sering melakukan itu. Hanya karena saya sedang tidak mood sekolah, saya minta ijin orang tua untuk tidak sekolah, dan boleh! Jadi ya sebagai bentuk tanggung jawab saya, saya belajar sendiri di rumah dengan leluasa dan lebih niat. Hasilnya, saya lebih optimal dalam menyerap materi pelajaran. Pada dasarnya, saya memang bukan tipikal pelajar yang mampu belajar dalam suasana kolektif, saya lebih condong mengerti dengan belajar mandiri. Nilai-nilai raport saya juga memuaskan, selalu berada pada jajaran atas meski bukan teratas. Dan entah kenapa dan kebijakan darimana, absensi saya yang banyak itu dipangkas habis hanya menyisakan sekitar 3 saja. Padahal jika diakumulasikan, mungkin ada lebih dari 1 minggu saya absen (bukan berturut-turut) :D

Kehidupan kuliah ini mengubah segalanya. Teman-teman saya yang dulunya setipe dengan saya berubah drastis. Aturan-aturan juga lebih ketat dan memaksa. Lagipula, sekarang apa pun diurus sendiri, sebab akibat dirasakan sendiri. Ah!

Entah kecondongan dari mana, tapi masa perkuliahan ini saya lebih dekat dengan kakak-kakak tingkat prestatif yang super rajin dan super maniak belajar. Mereka orang-orang hebat yang sudah beberapa kali presentasi dalam forum seminar internasional, dan menulis sekian artikel riset ilmiah. Hoaaaa~

Jujur saja saya agak-agak tertekan dengan dunia baru yang saya alami sekarang ini. Belum bisa sepenuhnya memformulasikan metode belajar sendiri yang tidak terpengaruh mereka, namun tetap dapat berkualitas. Baiklah, jalani saja proses ini terlebih dahulu. Lakukan dengan cara sendiri sesukanya -_-

Sunday, April 29, 2012

Keluarga Bagiku...

Barusan, beberapa menit yang lalu ortu pulang dari kost. Padahal baru sampai sekitar asar, dan aku sampai kost mungkin baru jam 4an sore karena ada dua acara di Kaliurang sejak pagi. Ya, mendadak dateng dan mendadak pergi, bikin galau! Tanpa kabar tiba-tiba udah sampai gitu aja, kebetulan HP ku mati sejak siang, tapi untung aku ada firasat mereka mau dateng, jadi buru-buru pulang abis shalat asar walaupun temen-temen masih banyak yang nongkrong di Al Qohar. Lagipula, aku juga bukan panitia sih, cuma dateng karena disuruh mas Dimas dateng.

Entah ya, dulu aku emang hobi banget pulang, tiap minggu pasti pulang, tapi sekarang males aja. Hawa kost dan rumah itu sangat jauh beda. Kalau udah di rumah bawaannya males ngapa-ngapa, dan pasti mau ga mau masih kebawa juga ketika balik ke kost, adaptasi itu yang paling menyebalkan! Akhirnya, aku memutuskan mencoba jarang pulang, sebisa mungkin cari kegiatan. Tapi yaa, malahan keluarga yang ga jenak. Maklum sih, putri satu-satunya yang sangat biasa dimanja dan selalu ada di rumah tiba-tiba hilang kan pasti rumah ada yang kurang meskipun ga ada yang mau mengakui :p

Tapi, kadang ngerasa hampa juga sih kalau udah sebulan ga pulang ke rumah gitu. Rasanya ada aja yang ga beres dan berasa homesick. Pokoknya butuh pulang! Dan ketika kebutuhan itu udah sangat mendesak, biasanya aku ga mau peduli ada acara sepenting apa pun aku tinggal demi pulang ke rumah. Haha, payah banget ya -_-

Rumah, tempat pulang paling menyenangkan dan menenangkan. Yang paling bikin kangen itu biasanya malahan ngobrolan sama kakak atau bercandaan ga jelas sama adek. Huft, itu yang sering bikin kangen. Kalo sama kakak sih ya emang lumayan sering BBM-an cerita-cerita, tapi beda lah rasanya sama ngobrol langsung. Terus waktu aku lagi kangen akut sama kakak gitu, tiba-tiba aku kenal sama temen baru, namanya Mas Dimas. Yap, yang aku sebut di atas itu tadi

Mas Dimas itu...
Beuh, orangnya selaluuuu aja bikin aku keinget sama kakakku. Cowok. Komunikasi. Suka bercanda. Suka mandi cuma sekali. Baiknya juga ga ketulungan! Persis banget kakakku, cuma kurang hobi nraktir makanan mahal aja sih. *eh :p
Dia emang supel dan gampang banget deket sama cewek, tapi malahan aku yang jadi korban dan kena diceng-cengin sama dia. Parah banget! Yah, karena emang kebetulan kami daftar komunitas barengan dan satu tim, terus beberapa kali koordinasi bareng jadinya mendadak kelihatan kaya udah lama deket. Padahal juga baru kenal. Aku salut sama orangnya, karena yah ga tau juga sih, auranya enak aja. Setiap di deket dia, bawaannya berasa aman dan nyaman, kaya kalo aku lagi deket sama kakakku. Dia perhatiannya juga moody banget, kadang super perhatian, seringnya cuek ga ketulungan. Dia juga terbuka dan cerewet, jadi aku seneng aja dengerinnya. Tapi suka bikin galau karena kangen banget sama kakakku >.<

Gimana pun, tetep menurutku keluarga yang wajib dinomor satuin. Kebutuhan pulang dan sejenak berhenti dari segala rutinitas yang menjadikanku mudah penat juga ga boleh hilang. Pokoknya, family is always the best!

Saturday, April 28, 2012

Curhat :3

Barusan, nyaris marah-marah di twittter karena template ga bisa diganti sesuai yang diinginkan abis susah-susah download di google. Tapi, akhirnya malahan kesenengan ngedit template sendiri dan berakibat kembali jatuh cinta sama blog satu ini :3

oke, maksud postingan saya kali ini memang bukan itu.
tapi intinya mirip : perubahan itu niscaya, meskipun butuh proses untuk penerimaannya.

Hari ini, pantat cukup tepos karena berjam-jam naik motor, dari pagi sampe malam hari. Mulai jam 10.05 WIB menuju Jakal km 9, adzan dhuhur puter-puter Jakal km 10 dan tersesat waktu cari Panti Asuhan Al Qohaar, turun jam 13.35-an mampir kost, ke laundry dan gedor-gedor sampai masuk rumahnya karena ga ada yang jaga di depan, ke kampus Gadjah Mada tercinta buat jemput temen, makan di Paztaholic -dan terhibur karena milkshake strawberry nya yahuud abis-, mampir ke Gardena beli sembako buat dibawa ke atas, balik ke kampus, dan cus ke Umbulharjo, Sleman yang entah Jakal km berapa dan sangat terpencil ba'da asar. Selesai wawancara buat data PKM sampe maghrib, terus pulang dan mampir makan malam + shalat di Raminten pakai uang negara. Akhirnyaaaaa, sampai kost pukul 20.10 dengan selamat sentosa adil dan makmur :)

Sebenernya bukan itu juga sih intinya, tapi refleksiku selama perjalanan kali ini, tentang perubahan dalam hidupku. Sangat drastis perubahannya ternyata.

Entah ini baik atau buruk, benar atau salah, masih terlalu abu-abu buatku, yang pasti aku sangat menikmati proses adaptasiku terhadap semua perubahan ini. Gimana enggak coba, dulu selama 18 tahun hidupku di Solo, aku ngerasa bak puteri raja. *ehem, semoga blog ini ga dibaca kakak-kakak tingkatku yang suka ngejekin aku putri pingitan*

Masalahnya gini, 18 tahun aku hidup di Solo, aku nyaris ga punya kehidupan sosial kongkow-kongkow macam anak muda. Yah kalau pengen sekali duakali nyoba, perijinannya ga bisa lugas dan jelas, mau ga mau harus dibuat berbelit-belit dan ditampakkan kalau kegiatanku positif dan ada gunanya, bukan sekedar main ga jelas sama temen. Kecuali kalau ijinnya main ke rumah temen, itu sih boleh-boleh aja. Aku ga boleh naik kendaraan umum kecuali sama banyak temen, aku ga boleh main ke mall kecuali ada keperluan yang jelas, aku ga boleh pergi sendirian kecuali ke toko buku, bahkan aku harus selalu diantar jemput kalau acaraku terlalu jauh atau sampai malam. Malam di sini, ba'da maghrib juga sudah dianggep malem. Hahaha. Semacam gadis yang terkurung ya? Tapi aku bahagia sih, aku ngerasa cukup aja walau kadang terjadi konflik juga terkait hal-hal di atas. Setidaknya, aku merasa sangat dijaga dan dapet kasih sayang berlimpah.

Tapi kehidupanku berbalik nyaris seratusdelapanpuluh derajat di sini, di kota rantauku Jogjakarta.
Sejak ospek, aku udah mulai biasa yang namanya pulang malam, yah awalnya sih cuma sampai jam delapan malem. Terus karena berbagai kejadian lucu yang ga mungkin bakal aku lupain seumur hidup, aku jadi deket banget sama kakak-kakak tingkat. Bahkan ada beberapa temen-temen angkatan yang suka ngomongin di belakang kalau aku ga melebur sama angkatanku sendiri, padahal aku aja termasuk salah satu pengurus angkatan, kan ga bener banget itu desas-desus. Semacam sirik kali ya aku bisa lebih deket sama kakak angkatan yang populer dan keren-keren (?). Hahaha, just kidding.

Dari kenal sama kakak tingkat itu, tiba-tiba aku yang masih ingusan banget tentang dunia perkuliahan diajakin join kelompok PKM mereka. Ya aku sih menerima dengan senang hati, penasaran gitu sama kegiatan-kegiatan baru. Sejak itu, aku pernah pulang sampai jam 00.00! -dianterin (diikutin dari belakang, red) sih sampai kost- :D

Ya, memang kehidupanku di sini `bebas`. Tapi aku tahu, aku juga wajib bertanggung jawab penuh atas setiap tindakanku sendiri di sini. Udah ga ada lagi orang yang ngontrol aku. Sekalipun ada juga sih beberapa kakak tingkat yang suka `ngeritik` dengan tanya-tanya ga penting dan ngingetin sok orang tua ke aku. Tapi, mana aku peduli? Toh, dia bukan siapa-siapaku dan aku punya prinsip sendiri. Laaaaah! Jadi curhat panjang lebar ga jelas.

Ehem, intinya semua memang sudah berubah. Aku memiliki kehendak bebasku sepenuhnya dan wajib menyeimbangkan semua kebutuhanku akan jasmani dan rohani biar ga hampa (lagi). Segini dulu aja kali ya? Besok ada dua acara dari jam 06.00 - 16.00 di daerah Jakal atas lagi. Hmm hmm, daerah jajahanku memang daerah utara kali -_-

Okey, see you!
aku akan dengan senang hati kembali menulisimu :*

Friday, March 9, 2012

It Feels Like Home to Me

It feels like home to me, it feels like home to me
It feels like I'm all the way back where I come from
It feels like home to me, it feels like home to me
It feels like I'm all the way back where I belong

Ya, aku seperti pulang ke rumah. Di sini.
Kembali setelah perjalanan sangat panjang.

Tanpa sengaja, ketika membuka tab statistik, aku kembali membaca kebingunganku dulu, nyaris 3 tahun yang lalu, atau mungkin lebih (?)

Rasanya, sangat-sangat mengharukan. Betapa Tuhanku selalu memudahkan aku dalam kehidupan ini. Betapa kebingunganku dulu terjawab dengan begitu indahnya. Meski jika dirunut lagi, prosesnya memang tidak sebentar, tidak sekali jadi. Ada urut-urutan waktu yang begitu panjang, membutuhkan kesabaran yang terus menerus, hingga akhirnya, seluruh doa terkabulkan!

Bagaimana tidak?
Pada akhirnya, saya masuk IPS dengan penuh kebanggaan, selalu meraih peringkat atas, dan sekarang, sesuai mimpi dan harapan selama ini, saya diterima UGM jurusan Psikologi dengan jalur undangan. Subhanallah walhamdulillah.

Saya masih sering terharu jika memikirkan bagaimana kemudahan-kemudahan yang saya dapatkan, masih sering malu juga betapa kemurahan-Nya jarang saya syukuri dengan sepenuh hati dan kesadaran. Namun, nyatanya, dengan segala perilaku saya sebagai hamba-Nya yang terlalu mudah lalai dan terlena, Dia selalu memberi saya limpahan nikmat yang tak berkesudahan. Sungguh, nikmat-Nya yang mana lagi yang hendak aku dustakan?

Berbicara tentang rumah, aku menyadari satu hal lagi. Sungguh, rumah itu tempat yang paling mudah untuk dirindukan. Yah, meskipun jarak Solo-Jogjakarta itu cuma satu jam naik Prameks, tapi rasanya terlalu berbeda. Mungkin pengaruh karena di Jogja harus serba mandiri, tidak bisa mengandalkan siapa-siapa lagi selain diri sendiri, padahal kalau di rumah, haha, aku anak paling manja dan merepotkan. Rumahku surgaku lah.

Dulu, sebelum pengalaman nge-kost, aku nyaris terus-terusan ngeluh karena bosan di rumah, jarang boleh pergi-pergi kecuali penting dan ijinnya jelas. Sekarang, lama-lama males juga kalau terlalu bebas. Manusia. Memang ga pernah bisa puas. Apa pun, jalani dan syukuri saja lah. Pasti nanti bisa dinikmati juga.

Oke, sekian dulu. Maaf bahasanya acakadut dan random abis.

Saturday, March 3, 2012

Welcome Back

Senang sekali, bisa log in ke akun blogspot ini lagi.

Sudah lamaaaaa~ sekali ternyata, dulu blog ini digunakan sebagai terapi menulis dan memperbaiki diri, mencurahkan segala kebingungan hati hingga cerita sehari-hari.
Last posting, 2009! Sekarang, 2012! Hahahaha...

Berarti sudah 3 tahun lebih saya pindah lapak nulis, tapi tetap saja akun pertama ini sangat berarti.

Selamat datang kembali!
Saya merasa seperti pulang ke rumah sendiri :)

Monday, July 6, 2009

. jujur mujur .

Kali ini aku benerbener ngalami yang namanya jujur mujur, bukan lagi jujur ajur.

Seringkali aku ngalami ngomong jujur tentang perasaanku ke orang lain malah bikin aku hancur dan harus berjuang sendirian memulihkan hati yang patah.
Seperti pengalaman tentang pelangi yang nyatanya aku patah sendirian, atau tentang hujan yang membuatku menangis semalaman.
Tapi angin ini berhembus lembut dan menggiring awanawan bergumpal tuk memayungiku.

Kejujuran itu manis rasanya .
Indah .

Teman, makasih yaa .
:)

Saturday, May 30, 2009

. hampa terasa .

kini aku merasa hampa, bukan lagi karena cinta
aku merasa rindu, pada mereka, sahabat jiwa
dengan bodohnya aku tidak menyadari, bahkan mungkin memang tidak ingin sadar
bahwa aku, teramat kehilangan mereka
yang sebelumnya mampu menemukan 'aku'
membangkitkan asa yang begitu tinggi menjulang

sungguh, aku rindu kalian
maafkan aku !
bisakah khilaf ini termaafkan ??
K, aku yang telah menusukmu dari belakang, berulang kali
A, aku yang selalu mengacuhkan kepedulianmu, sungguh aku tak mengerti bahwa semua itu adalah bentuk kepedulianmu, jangan dengan amarah, karena aku sangat tak mengerti bahasa amarah
Z, aku yang selalu bagai kerbau dicocok hidung, terlalu menyayangimu hingga buta peraturan, sangat tak ingin aku 'kehilangan'mu lagi, aku tak akan membiarkan semua 'itu' terjadi lagi, dan aku yang salah bersikap, tak pernah mampu sedikit 'tegas' padamu

kecewa, sudah menjadi titik usai kisah ini
begitukah ?

mungkinkah akan ada KITA yang baru ??
aku tak rela melepas masa lalu itu begitu saja
tanpa ada pembaharuan di masa kelak

sahabat, semua salahku, aku tahu !
tapi aku sebenarnya belum mengerti betul seluruhnya .
aku bukan manusia sempurna, kawan
aku seperti kalian, sejajar !
jangan pedulikan latar belakang jika kalian melihatku

aku adalah jiwa muda pemberontak
aku adalah manusia 'kerdil' serampangan
aku bukan orang 'suci'
aku adalah sama, seperti jiwa kalian
ingatkah kalian bahwa KITA bersahabat ?!

persahabatan terbentuk karena persamaan karakter
satu visi misi
kembarnya jiwa kembara penuh bara
berkobar tinggi semangat kebersamaan
aku bagian dari kalian
aku bukan kepala
karena aku dan kalian satu jiwa

masih ingatkah ?
atau sengaja melupakan ?

kenangan pahit tidak akan akan terhapus dengan sengaja melupakan
berdalih tak ingin mengungkit masa lalu dan tak mampu diperbincangkan
kenangan pahit hanya mampu dimusnahkan
bila KITA mau mengurainya menjadi bulirbulir air mata
ijinkan aku sekali lagi bersama !

kalian terluka ?
aku juga !
karena kita satu jiwa ..
ingtlah selalu, kawan .

- satu untuk semua, semua untuk satu -

Thursday, May 21, 2009

. hujan cinta .

Musim hujan sekarang udah jauh beda dari teori^ yang pernah kita dapet di bangku sekolahan ya ?

Masa bulan Mei gini hampir tiap sore hujan sih ?deres lagi !sampe air menggenang tinggi di jalan^ .

Kalo buat aku pribadi sih, ya seneng^ aja .aku kan cinta hujan .walo kadang ngeluh juga kalo pulang sekolah gitu ga bisa cepet pulang ke rumah gara^ hujan and lupa bawa jas hujan .hhi .kan kasihan kalo buku^ pelajaran basah .jadi jelek !kriwil^ bernoda gitu .hiiy !males baca deh .buku pelajaran masih bagus aja males baca, apalagi kalo dah kumel kucel gitu ??hha .

Aku ngerasa paling girang tuh kalo musim hujan and aku lagi libur .rasanya asyiiik banget !bisa menikmati dengan santai, nulis^ di computer (yang harusnya) tercinta, menghayati suasana hujan, hawa dingin, baca buku, ato minum kopi anget .hmmm .yummy !

Kalo suasana hati lagi syahdu gitu, aku jadi sering berpikir bahwa sesungguhnya banyaaak sekali hal^ kecil yang pantas (bahkan seharusnya) disyukuri.

Seperti hari ini mungkin .aku sangat bersyukur atas hal^ yang tak ternilai harganya bila di nominalkan .

Libur sehari yang memuaskan .kemarin bisa begadang sampe jam satu pagi sesuai hobiku .trus paginya bisa lanjut tidur lagi tanpa harus ngomel^ karena bakal menjalani rutinitas masuk sekolah seperti hari^ biasa .bangun tidur udara cukup nyaman, makanan juga sudah tersedia dengan manis di meja makan .aku masih bisa memeluk bunda tercinta sambil mendengarkan lagu^ dari tape kami . :)

Siangnya, aku, bunda ma kakak, serta temen bunda (yang ga penting) pergi ke Gramedia .hho .toko buku tercinta !abisnya aku bored banget kalo liburan cuma sehari, ga bisa menikmati pula karena selalu kepikiran tugas^ yang numpuk, makanya aku ajak bunda ke sana .

Aku happy banget !bunda lagi bener^ baik .biasanya juga baik sih, tapi entah kenapa aku ma kakakku merasakan aura kebaikan bunda yang berbeda hari ini .hha .

Selayaknya para pecinta buku, aku langsung buta harga kalo dah di toko buku !hho .comot sana sini yang sekiranya bagus .kakakku sih lebih tau harga daripada aku .hhi .

Tahu bunda okey aja waktu aku ambil buku^ mahal, kakakku juga ikutan .akhirnya kami berdua menghabiskan nilai nominal yang cukup tidak sedikit (?) hanya untuk memuaskan minat baca kami .hha .

Bunda juga ga tanya^ tuh waktu kami nyomot uang sebanyak itu .lagi bener^ baik !biasanya aja cuma di jatah sratus limapuluh ribu berdua .asooy !pesta buku nih .sayang aku mo semesteran .jadi mungkin agak menahan minat bacaku .ato mungkin enggak ?aku mah mana peduli ujian ato ga ujian buat baca buku ?hho .dulu waktu lagi UN aja aku malah makin rajin chattingan !parah ya ?? :)

Waktu sore kami pulang dari Gramedia, hujan deh !deres banget lagi .makin girang hati ini menikmati suasana hujan dari dalam mobil .entah kenapa, aku ngerasa hobby paling aneh ya ini .suka banget lihat hujan dari dalam mobil .

Banyak banget hal yang bisa dilihat and dinikmati .genangan air yang muncrat ga terkendali karena dilindas ban^ kendaraan, orang^ berteduh di sana-sini karena ga bawa jas hujan (mungkin), anak^ kecil yang ga tau aturan hujan^ di jalan, main ciprat^an dari air genangan, tetes^ hujan di jendela, lalu lintas yang jadi makin kacau, dan perasaan hatiku yang menjadi syahdu untuk bisa berkata jujur atas apa pun .sungguh amat pantas untuk disyukuri .

Jadi teman, mari kita mulai melihat hal^ rumit dari sudut yang paling sederhana dahulu .agar kita lebih mudah untuk mengucap rasa syukur .kemudian dunia akan berkata, “selamat menikmati hujan cinta !”

Wednesday, May 20, 2009

. hidup indah .

Hhi .hidup ini indah ya ..
Sangat indah .

Aku lagi ga pengen berkelabu melulu .
Capek nih pikiran .
Sekarang planningnya, aku mo jadiin nih blog bener^ kayak diary ku .
Biarkan seluruh dunia tahu perasaanku .
Tahu jalan hidupku .
Hha .
Narsis mode : ON

Aku tadi melarikan diri lagi dari rapat^ monoton itu .
Hha .
Malas sekali diri ini tuk ikut duduk manis mendengarkan orang^ 'penting' berdebat 'ga penting' gitu .
So, aku, Tiara ma Litya go on ke Lokananta cari bahan buat Majalah Wikz tercinta .

Tempatnya 'ndlesep' (nyelip, terpencil) di pinggir jalan .
Menurutku sih gitu .
Tapi ini sangat-sangat-sangat subyektif !
Soalnya gini, udah ga bisa dihitung jari lagi berapa kali aku lewat jalan itu .
Masa aku ngerasa belum pernah lihat tempat itu sekali pun ?
Baru hari ini tadi jam 2 siang aku tahu ada bangunan berlabel Lokananta di situ !
Hha .
Betapa kuper dan konyolnya aku !

Di Lokananta ternyata asyik banget lho !
Orang^nya gokil abis, welcome banget and ramah ga ada duanya .
Hakaka .


Aku kira di sana bakal wawancara kayak biasa .
Ternyata kagak !
Di sana cuma nongkrong aja, habis dapet fotokopi-an profil Lokananta, kita mulai ngobrol ngalor-ngidul-ngetan-ngulon (jangan tanya aku apa artinya !aku ga hafal .pokoknya itu tuh arah mata angin .hha .) ga jelas .
Asyik kok !nambah ilmu juga lho !


Betapa memang sebaiknya kita melestarikan budaya bangsa, agar bangsa ini tak melulu kehilangan jati dirinya .
Indonesia Raya, Merdeka !
Nasionalis mode : ON
[ketularan semangat pembina upacara di hari ini; hari Kebangkitan Nasional ke-101]

Eh, bukan ini maksud hidup indah itu .

Aku bener^ takjub sama perjalanan hidup Mas Bemby .
Beliau(cieh) dulu lulusan STM BK, trus karena ngebet ke Bali, dia beneran bisa ke Bali !
Walaupun di sana dia kerja 'nguli' .
Yap !kuli beneran !kuli bangunan itu ..
Tapi dia hepi aja tuh !karena tiap selese nguli, dia bisa menikmati indahnya laut di Bali and nyebur bareng^ ma temen^nya .hhe .seru juga, kan ??
Dan entah gimana ceritanya (belum gitu jelas sih), dia bisa lolos seleksi wat kerja 3 tahun di Jepang !
Jepang euy !!
Negara impian !hha .
Dia kerja di bagian perbesian gitu ..
Eh, tapi dia sekarang kerja di Lokananta ngurusi music etnik !
Hmm ?nyambung dari mananya yah ??
Hha .pokoknya hidup itu indah !
Pesan beliau; "Pengalaman hidup itu penting !bahkan lebih penting daripada serius garap^ soal di sekolah ." hha .
Setuju ???

Monday, April 20, 2009

. ingatlah sebuah senyuman .

Seringkali hidup itu melelahkan .penuh perjuangan tuk hadapi segala rintangan yang ada .onak duri tak pernah habis menghadang .dan mau tidak mau, kita harus tetap bertahan .demi secercah dendang bahagia di hari yang akan datang .

Tetaplah berdiri walau goyah .tetaplah tersenyum walau perih .tetaplah berdendang walau sendu .tetaplah berdansa walau letih .dan tetaplah mencari arti walau tak ada lagi semangat yang tersisa .

Jangan turutkan hati yang perih karena sembilu .lupakan .musnahkan .biarkan tetap bahagia yang meraja .jangan indahkan frustasi memenjarakan fikirmu .kembali jernihkan dengan merefleksikan kenangankenangan ceria .

Saat kesedihan menerpa, ingatlah sebuah senyuman damai penuh kasih sayang .singkirkan perasaan yang mengganggu perlahanlahan .walau sulit terlupa, namun tuangkan dalam keindahan kata, kemudian simpan rapat atau baca hingga penat, mungkin hal itu dapat membantu dengan baik .

Getir itu akan hilang dengan sebuah senyuman . . .

. rindu .




aku rindu
kamu
aku
masa lalu
semua itu

namun daun gugur yang berlayar
hempaskan kenangan dalam dimensi retak
tak mampu asa berlabuh mesra




dedicated to :kakak ku yang entah ada di mana, kini