Showing posts with label . setetes embun .. Show all posts
Showing posts with label . setetes embun .. Show all posts

Monday, July 6, 2009

. jujur mujur .

Kali ini aku benerbener ngalami yang namanya jujur mujur, bukan lagi jujur ajur.

Seringkali aku ngalami ngomong jujur tentang perasaanku ke orang lain malah bikin aku hancur dan harus berjuang sendirian memulihkan hati yang patah.
Seperti pengalaman tentang pelangi yang nyatanya aku patah sendirian, atau tentang hujan yang membuatku menangis semalaman.
Tapi angin ini berhembus lembut dan menggiring awanawan bergumpal tuk memayungiku.

Kejujuran itu manis rasanya .
Indah .

Teman, makasih yaa .
:)

Monday, April 20, 2009

. ingatlah sebuah senyuman .

Seringkali hidup itu melelahkan .penuh perjuangan tuk hadapi segala rintangan yang ada .onak duri tak pernah habis menghadang .dan mau tidak mau, kita harus tetap bertahan .demi secercah dendang bahagia di hari yang akan datang .

Tetaplah berdiri walau goyah .tetaplah tersenyum walau perih .tetaplah berdendang walau sendu .tetaplah berdansa walau letih .dan tetaplah mencari arti walau tak ada lagi semangat yang tersisa .

Jangan turutkan hati yang perih karena sembilu .lupakan .musnahkan .biarkan tetap bahagia yang meraja .jangan indahkan frustasi memenjarakan fikirmu .kembali jernihkan dengan merefleksikan kenangankenangan ceria .

Saat kesedihan menerpa, ingatlah sebuah senyuman damai penuh kasih sayang .singkirkan perasaan yang mengganggu perlahanlahan .walau sulit terlupa, namun tuangkan dalam keindahan kata, kemudian simpan rapat atau baca hingga penat, mungkin hal itu dapat membantu dengan baik .

Getir itu akan hilang dengan sebuah senyuman . . .

Sunday, January 4, 2009

. tempayan retak .

Berikut adalah ungkapan bijak orang Cina!
Tentang tempayan yg retak.

Seorang ibu Cina yang sudah tua memiliki dua buah tempayan, yang dipikul di pundaknya dengan menggunakan sebatang bambu.
Salah satu dari tempayan itu retak, sedangkan yang satunya tak bercela dan selalu memuat air hingga penuh.
Setibanya di rumah setelah menempuh perjalanan panjang dari sungai, air di tempayan yang retak tinggal separuh.

Selama dua tahun hal ini berlangsung setiap hari, di mana ibu itu membawa pulang air hanya satu setengah tempayan.
Tentunya si tempayan yang utuh sangat bangga akan pencapaiannya.
Namun tempayan yang retak merasa malu akan kekurangannya dan sedih sebab hanya bisa memenuhi setengah dari kewajibannya.

Setelah 2 tahun yang dianggapnya sebagai kegagalan, akhirnya dia berbicara kepada ibu tua di dekat sungai.
“Aku malu, sebab air bocor melalui bagian tubuhku yang retak di sepanjang jalan menuju ke rumahmu.”
Ibu itu tersenyum, “Tidakkah kau lihat bunga beraneka warna di jalur yang kau lalui, namun tidak ada di jalur yang satunya? Aku sudah tahu kekuranganmu, jadi aku menabur benih bunga di jalurmu dan setiap hari dalam perjalanan pulang kau menyirami benih-benih itu. Selama dua tahun aku bisa memetik bunga-bunga cantik untuk menghias meja. Kalau kau tidak seperti itu, maka rumah ini tidak seasri seperti ini sebab tidak ada bunga.”

: Kita semua mempunyai kekurangan masing-masing ...
Namun keretakan dan kekurangan itulah yang menjadikan hidup kita bersama menjadi menyenangkan dan memuaskan.
Kita harus menerima setiap orang apa adanya dan mencari yang terbaik dalam diri mereka.

Rekan-rekan sesama tempayan yang retak, semoga hari kalian menyenangkan. Jangan lupa mencium wanginya bunga-bunga di jalur kalian.

Luangkanlah waktu untuk memotivasi semua rekan yang juga seperti tempayan retak ini ...

Tuhan tahu ada berapa dan siapa mereka!!!

Wednesday, December 17, 2008

. ke siasia an .

Setiap orang berhak bermimpi
Setiap orang berhak mencipta anganangan
Setiap orang berhak membuat bayangbayang
Yang tidak boleh : hidup di atas impi
di atas angan dan bayangbayang

Sejelas apa pun sebuah impian anganangan dan bayangan,
Terlalu rapuh untuk bisa dijadikan pegangan

Bila kita hidup dalam bayangbayang
Yang kita cipta sendiri hingga takut
Pada cahaya yang menyinari diri,
Maka lepaslah keyakinan kita :
Iman pada perjumpaan dengan Allah

Bintang di langit terlalu banyak
Untuk bisa dihitung dengan jari
Kalau toh bisa,
[dan itu artinya, banyak waktu yang tersita]
Nggak ada artinya

... sayangnya,
seperti itulah
yang sering kita lakukan